Senin, 03 Maret 2014

Hanya Sebuah rangkaian, seketika mulut tak mau berbicara.

 Upaya mu saat ini akan membuahkan hasil dikemudian hari. Tunggu saatnya kan tiba. ~Sari~
Aku tau menjadikan sesuatu yang indah itu gak semudah membalikkan telapak tangan.
Semua itu butuh proses.
Namun, yang perlu ditekankan proses itu ibarat kita menanan benih di sepanjang jalan yang hingga akhirnya benih tersebut tumbuh dan berkembang dan siap untuk dipanen suatu hari nanti. ~Sari~
Bawa ke dalam doa orang yang sedang kamu rindu.
Biar Bapa yang menjamahnya. ~Sari~
Kamu tak perlu kuatir, Bapa di sorga selalu memantau dan menjagamu. Lihat disekitar ini adalah perantaraanNYA. ~Sari~
Setiap ku mengingatmu, ku tuai semua dalam rangkaian kata. yang suatu saat kau pun akan tau. ~Sari~
Tak sedikitpun niat ku melihat mu sedih ~Sari~
Jangan berdiri dimana aku tak dapat melihatmu ~Sari~
Harus berapa lama lagi aku disini? Melihatmu tersenyum itu sudah cukup bagiku. ~Sari~
Tak perlu waktu lama untuk bersama mu,, karena sesungguhnya telah ada yang mengisi hari-hari mu dengan penuh kebahagiaan ~Sari~
Pergilah dengan hati yang damai,, dan pulanglah dengan hati yang damai juga. ~Sari~
Seketika tak mampu mengungkapkannya di depan umum, setidaknya kamu tau apa yang harus kamu lakukan. ~Sari~
Lakukan apa yang kamu suka, ketika kamu gak suka hal itu ya jangan lakukan. SIMPEL kan? ~Sari~
Telah banyak yang dikorbankan, tapi kenapa kamu cuma lihat yang saat ini saja dan membanding-bandingkannya dengan dirimu lakukan saat ini ~Sari~
Sebelum waktunya tiba,, izinkan aku untuk bersama kalian dalam suka dan duka. Tapi yang terpenting izinkan aku melihat senyum kalian. ~Sari~
Kenapa hati mu begitu keras,, yang ku lakukan semua untukmu. Untuk masa depanmu. ~Sari~
Kamu tak akan pernah sampai ke garis finish kalau kamu tidak meninggalkan garis start. ~Sari~
Boleh, aku duduk di sampingmu Bapa? Peluk aku. Sesungguhnya aku begitu lelah. ~Sari~
Tugas ku belum selesai. Izinkan aku untuk menyelesaikannya dulu ya Bapa, baru aku pulang. ~Sari~
Terimakasih untuk malaikat-malaikatmu, Bapa :-) ~Sari~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar