Senin, 14 Juli 2014

Koperasi yang Cerdas dan Humanis dalam menghadapi Perdagangan bebas (AFTA)

K
operasi merupakan gerakan ekonomi rakyat yang dijalankan berdasarkan asas kekeluargaan. Inti dari koperasi adalah kerja sama, yaitu kerja sama diantara anggota dan para pengurus dalam rangka mewujudkan kesejahteraan anggota dan masyarakat serta membangun tatanan perekonomian nasional.
Mengulas kembali Undang – undang RI No. 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian yang dimuat pada BAB II Pasal 3, menyatakan bahwa koperasi bertujuan untuk: “Memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang – undang Dasar 1945”. Tujuan koperasi bukanlah mencari laba yang sebesar-besarnya, melainkan melayani kebutuhan bersama untuk kesejahteraan rakyat dan wadah partisipasi pelaku ekonomi.
Berdasarkan Rekapitulasi data keragaan Koperasi per 2013 jumlah koperasi yang ada di Indonesia meningkat yang pada tahun 2012 sebanyak 194.295 unit menjadi 203.701 unit. Dengan rincian koperasi aktif sebanyak 143.117 unit sedangkan tidak aktif sebanyak 60.584 unit. Sekilas hal ini menunjukkan semakin bertambahnya penggerak yang ingin mewujudkan kesejahteraan anggota dan masyarakat.  Namun sayangnya, hal itu mengindikasikan kondisi koperasi di Indonesia saat ini masih memprihatinkan. Lihat saja angka koperasi yang tidak aktif masih cukup tinggi.
Ada beberapa faktor penyebab banyaknya koperasi tidak aktif, di antaranya pengelolaan yang tidak profesional. Namun demikian hingga kini kementerian masih melakukan pendataan untuk mengetahui hal tersebut.
Dalam hal ini, kementrian terus melakukan pengkajian. Rencananya koperasi yang tidak sehat tersebut akan dipilah sesuai kondisinya. Namun bila sudah tidak ada pengurusnya, koperasi yang tidak aktif tersebut akan dibubarkan.
Kita tahu perkembangan dunia saat ini telah memasuki sebuah era baru dalam berbagai bidang dan sendi kehidupan masyarakat dunia. Perkembangan ini biasa kita sebut dengan era globalisasi. Salah satu ciri dari era globalisasi adalah munculnya istilah perdagangan bebas, dimana masing-masing individu dipermudah dalam hal melakukan hubungan dagang antara satu sama lainnya tanpa adanya batasan atau halangan yang berarti. Berbagai kesepakatan, jalinan kerjasama, perjanjian multilateral, berbagai kelompok negara maju dan berkembang, penyatuan mata uang, dan lain-lain, merupakan suatu wujud dari lintas batas geografis-regional menuju pada kepentingan ekonomi internasional yang tak terhindarkan.
Pada tahun 2015 nanti Indonesia akan menghadapi AFTA, di mana 10 negara ASEAN akan berintegrasi secara ekonomi. Semua aturan mengenai investasi berlaku sama bagi 10 negara ASEAN. Koperasi tentunya juga mengambil bagian dalam ajang ini. Jangan terkejut jika tidak mempersiapkan diri menjadi negara yang tangguh dan mampu berkompetisi. Suka tidak suka koperasi harus berwatak ekonomi seperti mereka dengan tidak lupa jati diri koperasi untuk mensejahterakan anggotanya.
Di era globalisasi ini kita memang harus pintar – pintar bertindak. Segala sesuatu itu ibarat dua mata pedang. Yang satu dapat bermanfaat untuk kita dan satunya pedang tersebut membunuh diri kita sendiri. Tergantung kita menyikapinya gimana.  
Adanya Perdagangan bebas AFTA ini membawa dampak tersendiri dimana terdapat dampak positif dan negatifnya. Dampak positif (Peluang) Perdagangan bebas AFTA; Terbukanya pasar untuk produk-produk ekspor di Asean, Kemudahan untuk mengakses modal investasi antar negara Asean, Kemudahan memperoleh barang atau jasa yang diproduksi diluar negara kita, Meningkatnya kegiatan pariwisata, mobilitas orang dan uang yang tinggi serta perubahan sistem kehidupan masyarakat. Sedangkan dampak negatif perdagangan pasar bebas AFTA; Hilangnya pasar produk ekspor kita karena kalah dalam persaingan harga dan kualitas produk kita dibanding negara lain di Asean, Banjir produk impor di pasaran dalam negeri yang akan mematikan usaha-usaha di negara kita, Kemungkinan adanya spekulasi di sektor keuangan, yang bisa menghancurkan stabilitas ekonomi Negara, Masuknya SDM dari negara lain yang lebih berkualitas dan profesional, yang akan menggusur tenaga kerja dalam negeri.
Misalkan saja di suatu supermarket atau pasar tradisional ketika kita ingin membeli buah. Kita tidak hanya menemukan buah dari Medan, Bogor, Surabaya dan buah-buah yang berasal dari kota-kota di Indonesia namun, kita juga menemukan buah Thailand, Filipina, Singapura, Australia dan Myanmar di supermarket tersebut.
Di satu sisi memang menguntungkan karena kita dapat memilih dan memiliki barang, buah, makanan, minuman dari berbagai negara dengan cepat hanya dalam satu tempat. Namun di sisi lain, pernah kah kalian terbanyang ketika kondisi seperti itu malah banyak orang Indonesia yang memilih produk-produk impor? Lantas produk Indonesia bagaimana? Sekedar pajangankah? Kalau begini jadinya, pemasukan untuk indonesia menjadi merosot. Lantas apa yang harus kita lakukan? Yang kita lakukan adalah bersikap Cerdas dan Humanis.
Jadi, untuk produk-produk yang ditawarkan nantinya mampu memikat daya tarik masyarakat dengan menjual berbagai produk-produk yang menarik seperti: meningkatkan kualitas produk atas barang dan jasa. Kalau bukan kita yang beli, siapa lagi?. Kalau bukan kita yang produksi, siapa lagi?. Jadi, Mulailah berani untuk menerobos keunikan, mulai ubahlah mindset untuk tidak konsumtif, namun menjadi pelaku bisnis yang produktif. Bukan hanya mengeluh namun mampu memecahkan dan tetapkan strategi dengan bersikap cerdas dan humanis. Strategi tersebut tidak hanya tertuju pada produknya saja namun komunikasi pun juga diperhatikan.
Oleh karena itu, koperasi penting mempunyai strategi dalam menghadapi persaingan global. Dalam menghadapi persaingan global, terdapat enam strategi yang bisa dilakukan oleh koperasi di Indonesia. Pertama strategi pertumbuhan yang cepat. Penambahan jumlah karyawan maupun unit bisnis sambil mempertahankan bauran produk dan jangkauan pasar.  Strategi kedua, yaitu, perubahan bauran produk. Bauran produk yang dirubah senantiasa berdampak pada operasi koperasi di Indonesia juga strategi pemasaran dan strategi penjualan. Strategi ketiga, ialah perubahan jangkauan pasar. Fokus pasar dirubah pada bauran produk yang sama sehingga menjamah pasar internasional atau jangkauan geografis meluas dan menemukan konsumen sasaran yang baru. Strategi keempat tidak lain repositioning. Repositioning bertujuan mengubah persepsi konsumen dan atau calon konsumen akan koperasi. Strategi yang kelima adalah diversifikasi. Mencakup juga penambahan produk dan perluasan pasar yang berhubungan dengan bisnis inti maupun bukan bisnis inti. Dan yang terakhir tidak lain strategi partnering. Kerjasama antara koperasi untuk menciptakan suatu keunggulan bersaing. Kerjasama disini bekerja sama secara profesional tanpa ada kecurangan apapun (humanis). Tidak hanya mengejar laba dan laba secara terus menerus namun juga menata dan melestarikan keharmonisan, kebahagiaan, keserasian, termotivasi untuk berkembang menjadi lebih baik lagi, dan keakraban.  Inilah kerjasama yang baik dan sehat. Sehingga yang akhirnya tidak hanya laba yang kita dapatkan namun juga kesejahteraan bersama.
Tidaklah berlebihan apabila ditengah upaya kita menghadapi globalisasi, upaya membangun koperasi yang memiliki daya saing, efisiensi, budaya perusahaan dan inovasi, menjadi hal yang tak terhindarkan. Koperasi adalah bangun usaha yang paling cocok bagi karakter bangsa kita dalam menghadapi globalisasi tersebut. Oleh karena itu kita semua berupaya meningkatkan atau membawa kembali koperasi kedalam mainstream pembangunan bangsa, yang mampu mendongkrak perekonomian bangsa Indonesia dan mensejahterahkan masyarakat melalui Koperasi yang cerdas dan humanis dalam menanggapi perdagangan bebas AFTA.

BRAVO KOPERASI.
SELAMAT BERSINAR DAN BERINOVASI J



Senin, 03 Maret 2014

Hanya Sebuah rangkaian, seketika mulut tak mau berbicara.

 Upaya mu saat ini akan membuahkan hasil dikemudian hari. Tunggu saatnya kan tiba. ~Sari~
Aku tau menjadikan sesuatu yang indah itu gak semudah membalikkan telapak tangan.
Semua itu butuh proses.
Namun, yang perlu ditekankan proses itu ibarat kita menanan benih di sepanjang jalan yang hingga akhirnya benih tersebut tumbuh dan berkembang dan siap untuk dipanen suatu hari nanti. ~Sari~
Bawa ke dalam doa orang yang sedang kamu rindu.
Biar Bapa yang menjamahnya. ~Sari~
Kamu tak perlu kuatir, Bapa di sorga selalu memantau dan menjagamu. Lihat disekitar ini adalah perantaraanNYA. ~Sari~
Setiap ku mengingatmu, ku tuai semua dalam rangkaian kata. yang suatu saat kau pun akan tau. ~Sari~
Tak sedikitpun niat ku melihat mu sedih ~Sari~
Jangan berdiri dimana aku tak dapat melihatmu ~Sari~
Harus berapa lama lagi aku disini? Melihatmu tersenyum itu sudah cukup bagiku. ~Sari~
Tak perlu waktu lama untuk bersama mu,, karena sesungguhnya telah ada yang mengisi hari-hari mu dengan penuh kebahagiaan ~Sari~
Pergilah dengan hati yang damai,, dan pulanglah dengan hati yang damai juga. ~Sari~
Seketika tak mampu mengungkapkannya di depan umum, setidaknya kamu tau apa yang harus kamu lakukan. ~Sari~
Lakukan apa yang kamu suka, ketika kamu gak suka hal itu ya jangan lakukan. SIMPEL kan? ~Sari~
Telah banyak yang dikorbankan, tapi kenapa kamu cuma lihat yang saat ini saja dan membanding-bandingkannya dengan dirimu lakukan saat ini ~Sari~
Sebelum waktunya tiba,, izinkan aku untuk bersama kalian dalam suka dan duka. Tapi yang terpenting izinkan aku melihat senyum kalian. ~Sari~
Kenapa hati mu begitu keras,, yang ku lakukan semua untukmu. Untuk masa depanmu. ~Sari~
Kamu tak akan pernah sampai ke garis finish kalau kamu tidak meninggalkan garis start. ~Sari~
Boleh, aku duduk di sampingmu Bapa? Peluk aku. Sesungguhnya aku begitu lelah. ~Sari~
Tugas ku belum selesai. Izinkan aku untuk menyelesaikannya dulu ya Bapa, baru aku pulang. ~Sari~
Terimakasih untuk malaikat-malaikatmu, Bapa :-) ~Sari~